Mewarnai hidup, menjadi lebih indah dan beragam dengan segala hal yang baik. Kita dapat mengibaratkan warna itu sebagai kebaikan, jika semakin banyak warna yang saling berdampingan layaknya pelangi. Maka Semakin indah pula kita melihatnya. Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan, maka akan semakin indah hidup ini kita akan lalui.
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat “ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan .” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja. Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran...
MediaMuslim.Info – Dari Jabir bin Abdullah r adhiallaahuanhu ia pernah berkata: Pada peperangan Uhud ayahku terbunuh, akupun menyingkap kain dari wajahnya dan menangis. Orang-orang melarangku namun Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak melarang, kemudian bibiku Fathimah ikut menangis lalu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Engkau tangisi atau tidak malaikat akan terus menaunginya dengan sayap-sayap mereka sampai kalian mengusungnya.” (Muttafaq ‘alaih). Kemudian dari Ibnu Umar radhiallaahuanhu diriwayatkan bahwa ia berkata: Saad bin Ubadah pernah sakit keras. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam datang menjenguknya bersama Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash serta Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu anhu . Ketika beliau masuk Saad sudah dikerubungi keluarganya, beliau lalu bertanya: “Apakah ia sudah tiada?” mereka menjawab: “Belum wahai Rasululloh. ...
Komentar
Posting Komentar